"Selamat Datang di Blog Fitria Mayangsari."

Selasa, 22 November 2011

Komunikasi antar - pribadi

1. Definisi komunikasi antar pribadi
   Komunikasi antar pribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara individu-individu (Littlejohn, 1999).
    Bentuk khusus dari komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik yang melibatkan hanya dua orang secara tatap-muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal, seperti suami-isteri, dua sejawat, dua sahabat dekat, seorang guru dengan seorang muridnya, dan sebagainya. 


tiga pendekatan utama tentang pemikiran komunikasi antar pribadi berdasarkan :
- komponen - komponen utama 
- hubungan diadik
- pengembangan

2. tujuan komunikasi antar pribadi
    Setiap hari orang tidak akan lepas untuk mengadakan komunikasi antarpribadi dengan orang lain. Masing-masing orang mempunyai maksud maupun tujuan-tujuan dalam menyampaikan pesan terhadap orang lain. Komunikasi dengan orang lain atau disebut juga dengan komunikasi antar pribadi, mempunyai tujuan-tujuan. Seperti yang dikemukakan oleh Liliweri bahwa tujuan komunikasi meliputi empat hal (Liliweri, 1991: 9),yaitu:
     (1) social change/ social participation,
     (2) attitude change,
     (3)opinion change, dan
     (4) behavior change.
     Tujuan pokok dalam berkomunikasi adalah untuk mempengaruhi orang lain, dan menjadikan diri kita sebagai suatu agen yang dapat mempengaruhi, agen yang dapat menentukan atas lingkungan kita menjadi suatu yang kita maui (Sugiyo, 2005: 9).
     Berdasarkan pendapat tersebut dapat dirumuskan bahwa tujuan komunikasi antarpribadi adalah:
  1. Untuk memahami dan menemukan diri sendiri.
  2. Menemukan dunia luar sehingga dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan.
  3. Membentuk dan memelihara hubungan yang bermakna dengan orang
    lain,
  4. Melalui komunikasi antarpribadi, individu dapat mengubah sikap dan perilaku sendiri dan orang lain,
  5. Komunikasi antarpribadi merupakan proses belajar
  6. Mempengaruhi orang lain
  7. Mengubah pendapat orang lain
  8. Membantu orang lain.
     Dapat disimpulkan bahwa tujuan komunikasi antarpribadi adalah untuk dapat bersosialisasi dengan orang lain, membantu orang lain. Melalui komunikasi antarpribadi ini kita dapat menjadikan diri sebagai suatu agen yang dapat mengubah diri dan lingkungan sesuai dengan yang kita kehendaki, selain itu komunikasi ini juga bertujuan sebagai suatu proses belajar menuju perubahan yang lebih baik.

3. komunikasi transaksional
    komunikasi transaksional di kembang oleh barnlund pada tahun 1970, menggaris bawahi pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus menerus dalam sebuah kimunikasi. Komunikasi bersifat transaksional adalah proses kooperatif: pengirim dan penerima sama-sama bertanggungjawab terhadap dampak dan efektivitas komunikasi yang terjadi.

4. Efektifitas komunikasi antar pribadi
     Menurut Johson dan Smith dalam Anita Lie (2002:5), “kegiatan pendidikan adalah suatu proses sosial yang tidak dapat terjadi tanpa interaksi antar pribadi. Belajar bukan hanya proses pribadi, tetapi juga proses sosial yang terjadi ketika masing-masing orang berhubungan dengan yang lain dan membangun pengertian dan pengetahuan bersama.
   Meskipun telah digulirkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, namun kenyataannya masih banyak sekolah yang masih menggunakan paradigma lama yakni hanya menerapkan pola pembelajaran satu arah di kelas (guru ke murid), sehingga umpan balik (feedback) sulit untuk terjadi.
  Guru yang melakukan kegiatan belajar mengajar hanya berorientasi pada tujuan-tujuan dan materi pembelajaran, mereka ini menerapkan apa yang oleh Paulo Freire disebut banking concept.
Konsep bank menurut Pauleo Freire adalah cara guru yang memandang bahwa mengajar itu seperti orang yang memasukkan uang ke bank. Uang dimasukkan ke bank dan akan mendapat bunga. Guru mengajar dan murid belajar, guru menerangkan dan murid mendengarkan, guru bertanya dan murid menjawab. Konsep itu tidak manusiawi (Freire:1972) dalam Nasution (1989:31) dan terjadi sekarang ini seperti yang dikemukakan oleh Paulo Freire tersebut. Guru hanya melakukan kegiatan belajar mengajar yang terbatas di dalam kelas sementara tidak melihat sisi lain dari interaksi tersebut.
    Tugas guru tidak hanya pada kegiatan belajar mengajar di kelas, tetapi juga melakukan bimbingan di luar kelas, khususnya mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa, baik kesulitan mengenai pelajaran ataupun masalah psikologi yang diperolehnya dari luar, seperti keluarga dan teman pergaulan. Perilaku guru merupakan salah satu faktor yang berperan dalam memotivasi semangat belajar para peserta didik. Suatu kondisi yang menyenangkan apabila guru dapat menunjukkan sikap yang akrab, bersahabat dan memahami situasi di dalam kelas saat mengajar dan saat ia di luar kelas. Perilaku guru seperti itu dapat menunjang prestasi belajar siswa.


Sumber : ilmu pengantar komunikasi " Little jhon "

















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar