"Selamat Datang di Blog Fitria Mayangsari."

Rabu, 26 Oktober 2011

Informasi Pesan dan Makna

1.Konsep dan Teori komunikasi

Data dan Informasi

*DATA
benda, kejadian,aktivitas, dantransaksi, yg tidak
mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara
langsung kepada pemakai.

*INFORMASI
data yg telah diproses sedemikian rupa sehingga
meningkatkan pengetahuan seseorang y gmenggunakan
data tersebut(Mc Fadden,dkk)

Ciri–CiriINFORMASI
BENAR ATAU SALAH
Informasi berhubungan dgn kebenaran terhadap
kenyataan

BARU
Informasibenar-benar baru bagi sipenerima
TAMBAHAN

Informasi dapat memperbaharui/ memberikanperubahan
terhadap informasi yg telah ada
KOREKTIF

Informasi dapat digunakan untuk melakukan koreksi terhadap
informasi sebelumnya yg salah/kurang benar.

PENEGAS

Informasi dapat mempertegas informasi yg telah ada
sehingga keyakinan terhadap informasi semakin meningkat.

Model SistemKomunikasi

Model initerdiridarilima elemen:
ꭈINFORMATION SOURCE: adalahyang memproduksipesan
ꭈTRANSMITTER : ygmenyandikanpesandalambentuksinyal
ꭈCHANNEL : adalahsaluranpesan
ꭈRECEIVER : adalahpihakyang menguraikana
ꭈDESTINATION : adalahdimanapesansampai
ꭈDISTORSI : disebabkanolehsuatuoperasiygdiketahui
dandapatdikoreksiolehoperasilain
ꭈBISING : adalahgangguantidakmenentudantidak
terduga

ReduksiData

•Mengurangidata (banyaknyadata) yang disimpan/disajikan
untuk dipakai manusia.
Reduksi data terdiri dari:
뙈Klasifikasi data dan Kompresi
뙈Peringkasan & Penyaringan Keorganisasian
뙈Inferensi(PengambilanKeputusan)
Klasifikasi data dan Kompresi
Sistem dapa tmenggolongkan data untuk mengurangi volume
data.
Klasifikasi secara keseluruhan yg berbeda-beda
menyatakan pemampatan/ kompresidata.

Reduksi Data

Tingkat peringkasan tergantung pada tingka tpengambil keputusan
misalnya :
DIREKTUR : meringkas penjualan dgn total penjualan perdaerah
MANAGER PENJUALAN : meringkas penjualan berdasarkan masing–
masing wiraniaga dan berdasarkan produk
Contoh:
Sikap pelanggan yg diterima wiraniaga, perubahan kebijakan
agen-agen & kondisi keuangan para pensuplai. Pesan-pesan ini
diringkas dalam berbagai cara dalam perjalanannya menuju
puncak organisasi. Efisiensi komunikasi tergantung pada metode
keorganisasian untuk mendapatkan data & saluran komunikasi yg
tersedia .

Reduksi Data

Inferensi(PengambilanKeputusan)
mereduksi data dgn cara mengambil keputusan dari seperangkat
data & inferens( bukandata ygresmi) untuk dikomunikasikan dalam
organisasi
Contoh pesanin ferensi:
Dugaan peranan lembagaan tirust dalam merger pada periode
mendatang. Data ini tidak memiliki kepastian, tetapi penerima
inferensi mengandalkan data ini.

http://www.scribd.com/doc/54942186/Konsep-Informasi


2. Pesan dan Makna

PESAN

Bentuk lambang dan pesan komunikasi dapat diartikan sebagai kode atau symbol atau tanda yang digunakan komunikator untuk mengubah pesan yang abstrak menjadi konkret lambang. Setiap lambang komunikasi dapat dibedakan menjadi khusus dan umum, ada juga lambang komunikasi yang bersifat dalam penggunaanya.

Lambang Komunikasi khusus diantaranya meliputi lambang-lambang yang bersifat khusus seperti pada bidang lalu lintas lampu merah (warna merah) diwajibkan untuk berhenti.
Lambang komunikasi umum di antaranya meliputi lambang-lambang yang bersifat umum, diantaranya seperti gerak-gerik seseorang (mimic)
Lambang komunikasi verbal meliputi tulisan.dan bahasa lisan

Lambang komunikasi non verbal meliputi mimic, gerak-gerik dan tingkah laku.

Lambang komunikasi tersebut dapat digabung menjadi lambang komunikasi verbal-umum: bahasa lisan dan tulisan contohnya teks yang ada pada buku ini. Lambang komunikasi verbal-khusus yang bahasa lisan dan penggunaanya khusus pada bidang atau kalangan tertentu, misalnya: bahasa kaum waria. Lambang komunikasi non verbal umum seperti suara , mimic, dan gerak-gerik. Lambang komunikasi non verbal khusus seperti warna, gambar, nada. Misalnya pada bidang lalu lintas, merah (stop), kuning (hati-hati), hijau jalan.

Suatu pesan mempunyai makna yang berbeda antara satu individu dengan individu yang lain. Karena makna pesan berkaitan dengan masalah penafsiran yang menerimanya. Berkaitan dengan makna ini, Brodbeck (1963) (dalam Fisher, 1985:344-5) menjelaskan tiga macam makna yang berbeda-beda . pertama, makna referensial, yakni makna suatu istilah mengenai objek, pikiran, idea tau konsep yang ditunjukkan oleh istilah itu, makna itu lahir dari pikiran seseorang ketika suatu istilah merujuk pada suatu objek. Misalnya, istilah “kendaraan” merujuk pada mobil, motor dan sepeda, artinya sesuatu yang dapat ditumpangi dan membawa penumpangnya pada jarak tertentu. Kedua, makna yang menunjukkan arti suatu istilah yang dihubungkan dengan konsep-konsep lain. Misalnya, istilah perang dingin kini tidak dipakai lagi setelah blok timur runtuh. Banyak istilah menjasi tidak berarti lagi setelah ditemukan kesalahan pada konsep yang lama. Ketiga, makna intensional, yakni arti suatu istilah atau lambing tergantung pada apa yang dimaksudkan oleh si pemakai dengan arti lambing itu. Makna inilah yang melahirkan makna individual

Pesan memiliki sifat yang abstrak , untuk dapat membuatnya konkret diperlukan merubah untuk menjadi lambang-lambang komunikasi. Rangkaian lambang-lambang komunikasi dalam satuan system sehingga membentuk makna disebut bahasa. Proses merubah pesan menjadi lambang komunikasi atau kode kita disebut proses penyedia.dan alatnya disebut alat penyandi (encoder), komunikator penyandi pesan disebut (encode) menjadi lambang komunikasi. Ketika sampai pada sisi komunikan, rangkaian lambang komunikasi yang membentuk bahasa tersebut harus diterjemahkan kembali menjadi pesan.agar dapat dimaknai oleh komunikan. Proses mengurai lambang komunikasi kembali pada makna pesan kita sebut penyedian balik (decoding) dan alatnya disebut alat penyandi balik (decoder). Alat yang berfungsi untuk meng-encode men decode adalah soft ware ciptaan Tuhan; akal budi, peralatan rohania yang semata dimiliki makhluk manusia. Pemahaman tentang penyandian (encoding) pada sisi komunikator dan penyandian balik (decoding) pada sisi komunikan adalah penting untuk mengkaji proses pembentukkan dan pemaknaan pesan.

Pengertian penyandian encoding-decoding, sebagai mana diutarakan, mengacu pada proses penyandian dan penyandian balik., sedangkan decoder dan encoder mengacu pada alatnya. Dalam komunikasi antarmanusia tanpa media, alat encoer dan decoder adalah peralatan rohania, terutama akalnya, soft ware sebagai alat penyandi dan penyandi balik saat manusia berkomunikasi. Selain itu juga danya hard ware sebagai alat piranti keras yakni peralatan jasmaniah misalnya mata untuk melihat dsbnya. Apabila pesan terkirim disebut dengan transmit dan pengirim disebut sebagai transmitter. Pesan yang telah disampaikan diterima disebut dengan receive dan penerimanya disebut dengan receiver.

Menurut teori segitiga makna, lambang komunikasi mengacu kepada sesuatu diluar dirinya, yaitu objek dan ini akan mempunyai pengaruh pada pikiran pemakainya. Hal ini terjadi karena adanya hubungan timbal balik antara ketiga elemen itu. Hasil dari hubungan ini menimbulkan makna atas suatu objek.yang kemudian disimbolkan sebagai lambang komunikasi oleh pemakainya.

Hubungan antara bentuk pesan (lambang komunikasi) dengan makna pesan dalam pikiran pemakainya menghasilkan dimensi-dimensi sebagai berikut:

Dimensi Referential (referen atau rujukan) makna merujuk pada objek tertentu.seperti lambang huruf P dicoret berarti larangan parker.
Dimensi Experiential (pengalaman dan pendidikkan)makna berkaitan dengan pengalaman dan pendidikkan pemakai atas objek contoh bagi anda yang belum mengenal lambang “procastrinator” tidak akan menemukan makna dari lambang komunikasi tersebut.
Dimensi Purposive (tujuan): makna berkaitan dengan tujuan dari manusia pemakainya.contoh kita harus hati-hati terhadap kawan yang menatap mata kita apakah dengan mesra atau dengan tegas.

Jika ketiga dimensi tersebut kita satukan dalam bentuk segitiga, kemudian kita kaitkan dengan objeknya hal ini akan melahirkan ‘” teori Paramida makna”. Hubungan ketiga dimensi di atas dengan objeknya menunjukkan bahwa rujukan atas pemakaian suatu lambang komunikasi (refrential) didasarkan kepada pengalaman dan pendidikkan dari pemakaian atas objek yang dirujuk oleh lambang itu guna menunjukkan tujuan dari si pemakai, contoh apabila seseorang mengatakan kata cinta berarti dia merujuk dari pengalaman akal budinya mengenai objek dari istilah cinta unuk menunjukkan bahwa ia menyayangi anda.

MAKNA

Makna muncul dari hubungan khusus antara kata (sebagai symbol verbal) dan manusia. Suatu pesan mempunyai makna yang berbeda antara satu individu dengan individu yang lain. Karena makna pesan berkaitan dengan masalah penafsiran yang menerimanya. Mendung dilangit merupakan pesan yang menggembirakan bagi petani, namun tidak bagi pedagang.

Makna tidak melekat pada kata-kata, namun kata-kata membangkitkan makna dalam pikiran orang. Jadi, tidak ada hubungan langsung antara suatu objek dan symbol yang digunakan untuk mempresentasikannya. Ketika mengatakan saya “saya sakit perut”, mis, pengalaman itu nyata, tetapi tidak seorang pun dapat merasakan rasa sakit itu. Jadi hubungan itu diciptakan dalam pikiran sipembicara

C.K. Ogden dan I.A. Richards mengemukakan hubungan ini secara gramatikal dalam segitiga makna..

Pikiran atau rujukan

(orang)

Tanda (kata/simbol) referen (objek)

ket : garis putus-putus menunjukkan bahwa tidak ada hubungan langsung atau alamiah antara kedua hal itu.

Suatu pesan mempunyai makna yang berbeda antara satu individu dengan individu yang lain. Karena makna pesan berkaitan dengan masalah penafsiran yang menerimanya. Mendung dilangit merupakan pesan yang menggembirakan bagi petani, namun tidak bagi pedagang.

Brodbeck menjelaskan 3 macam makna yang berbeda:

Makna referensial, yaitu makna suatu istilah mengenai objek, pikiran ide, atau konsep yang ditunjukkan oleh istilah itu.
Makna yang menunjukkan arti suatu istilah yang dihubungkan dengan konsep-konsep lain.
Makna intensional, yakni arti suatu istilah atau lambang tergantung pada apa yang dimaksudkan oleh sipemakai dalam arti lambang itu.

Menurut Fiske, makna muncul ketika sebuah tanda (kata, tulisan, symbol, isyarat,) yang mengacu pada suatu objek(bias mengacu pada benda, idea tau konsep) dipakai oleh pengguna tanda, saat itulah terjadi proses pembentukan makna disalam benak si pemakai.

Ferdinand D. Sausure mengatakan bahwa makna dapat ditemukan dimana-mana. Kita mengurai kode makna jika kita belajar untuk membaca tanda-tanda dan mengapresiasi relasi. Menurut S.I. Hayawaka, Semantika adalah ilmu mengenal makna kata-kata. Makna dalam kamus tentu lebih bersifat kebahasaan (linguistik), yang punya banyak dimensi.

Little John menyimpulkan bahwa makna mempunyai 3 dimensi, yaitu:

Dimensi referensial (rujukan). Berarti bahwa secara jelas kata-kata dan symbol yang lain untuk menunjukkan objek, situasi, kondisi, atau pernyataan.
Dimensi eksperential. Artinya makna adalah bagian terbesar dari suatu pengalaman tentang objek.
Dimensi purposisive. Maksudnya tujuan seseorang bertatap muka atau berkomunikasi adala aspek yang penting dari makna.

3. masalah bahasa dalam komunikasi

masalah membentuk ayat & menggabungkan bunyi (fonologi)
masalah mengunakan tatabahasa atau nahu seperti ganti nama & sebagainya (morfologi).
masalah menyusun perkataan & sebagaimana perkataan berkaitan antara satu sama lain (sintaksis).
Masalah pertuturan yang melibatkan perbehandaraan kata dimana makna perkatan mungkin dalam bentuk abstrak atau konkrit (semantik).
Masalah menggunakan bahasa mengikut konteks sosial & berbeza (pragmatik).
Masalah bahas boleh berlaku dalam kes-kes kerencatan mental, masalah pembelajaran. bahasa, masalah bahasa spesifik, autism, kecederaan otak serius, kelewatan bahasa & penderaan.

http://www.scribd.com/doc/21243661/MASALAH-KOMUNIKASI


http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar