"Selamat Datang di Blog Fitria Mayangsari."

Rabu, 16 November 2011

A. Definisi dan batas umum non verbal
Definisi atau batasan mengenai nonverbal. Mengapa hanya komunikasi nonverbal saja yang didefinisikan ? don stacks dalam bukunya Introdustion to communication Theory menjelaskan bahwa perhatian untuk mempelajari aspek – aspek dalam komunikasi nonverbal masih sangat kecil, sehingga dari banayak referensi tentang komunikasi antarmanusia.

Secara sederhana, komunikasi nonverbal dapat didefinisikan sebagai berikut. : non berarti tidak, verbal bermakna kata-kata 9words), sehingga komunikasi nonverbal dimaknai sebagai komuniksai tanpa kata-kata . vocal communaciton yaitu tindak komunikasi yang menggunakan mulut dan verbal communication yaitu tindak komunikasi yang menggunakan kata-kata. Dengan demikian, definisi kerja dari komunikasi non verbal adalah pesan lisan dan bukan lisan yang dinyatakan melalui alat lain diluar alat kebahasaan (moral and nonmoral message exspressed by other than linguistic means)



B. Prebedaan anatara Komunikasi verbal dan nonverbal
Bahwa antara komunikasi verbal dan nonverbal merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dalam arti. Kedua bahasa tersebut bekerja bersama-sama untuk menciptakan suatu makna. Namun, keduanya juga memiliki perbedan-perbedaan. Dalam pemikiran Don Stacks dan kawan-kawan, ada tiga yaitu

Kesengajaan(intentinolity) Satu perbedaan utama antara komunikasi verbal dan nonverbal adalah prsepsi mengenai niat (intent) pada umumnya niat ini menjadi lebih penting ketika kita membicarakan lambang atau kode verbal > Michael Burgoon dan Michael Ruffner menegaskan bahwa sebuah pesan verbal adalah komunikasi kalu pesan tersebut a) dikirimkan oleh sumber dengan sengaja dan b) diterima oleh penerima secara sengaja pula

Perbedaan –perbedaan simbolik (symbolic differences) Kadang – kadang niat atau intent ini dapat dipahami karena beberapa damapak simbolik dari komunikasi kita. Misalnya, pemakai pakain dengan warna atai model tertentu, mungkin akan dipahami sebagai suatu ‘pesan’ oleh orang lain (misalnya berpakain hitam dengan warna hitam akan diberi makna sebagai ungkapan ikut berduka cita)
Mehabarian menjelaskan bahwa komunikasi verbal dipandang lebih eksplisit dibanding bahasan nonverbal yang bersifat implisit. Artinya, isyarat-isyarat verbal dapat didefinisikan melalui sebuah kamus yang eksplisit dan lewat aturan sintaksis (kalimat) namun hanya ada penjelasan yang samar samar dan informal mengenai signifikasi beragam perilaku nonverbal.
Komunikasi verbal lebih spesifik dari bahasa nonverbal, dalam arti ia dapat dipakai untuk membedakan hal-hal yang sama dalam sebuah cara yang berubah ubah, sedangkan bahasa nonverbal lebih mengarah kepada reaksi reaksi alami seperti persaan atau emosi 
Mekanisme pemrosesan (processing mechanism) Perbedaan ketiga antara komunikasi verbal dan nonverbal berkaitan dengan bagaimana kita memproses informasi. Semua informasi termasuk komunikasi diproses melalui otak, kemudian otak kita menafsirkan informasi ini lewat pikiran yang berfungsi mengendalikan perilaku perilaku fisiologis (refleks) dan sosiologi (perilaku yang dipelajari dan perilaku social).
Aturan – aturan yang ada ketika kita berkomunikasi secra nonverbal adalah lebih sederhana dibanding komunikasi verbal yang mempersyaratkan aturan – aturan tata bahasa dan sintaksi . komunikasi nonverbal secara tipikal diekspresikan pada saat tindak komunikasi berlangsung .



C. Fungsi komunikasi verbal dan nonverbal
Meskipun komunikasi verbal dan nonverbal memiliki perbedan-perbedaan , namun keduanya dibutuhkan untutk berlangsungnya tindak komunikasi yang efektif . fungsi dari lambing-lambang verbal maupun nonverbal adalah untuk memproduksi makna yang komunikatif. Secara historis kode nonverbal sebagai suatu multi saluran akan mengubah pesan verbal melalui enam fungsi: pengulangan (repetition), berlawanan (contradiction), pengganti (substitution), pengaturan (regulation), penekanan (acentuation) dan pelengkap (complementation). 

Fungsi komunikasi nonverbal dipandang sebagai pesan – pesan yang holistic, lebih dari pada sebagai sebuah fungsi pemrosesan informasi yang sederhana. Fungsi –fungsi holistic mencakup identifikasi, pembentukan dan manajemen kesan, muslihat, emosi, dan struktur percakapan . karenanya, komunikasi nonverbal terutama berfungsi mengendalikan (controlling), dalam arti supaya orang lain dapat melakukan apa yang kita perintahkan

sumber : buku pengantar teori komunikasi Sasa Djuarsa Sendjaja, dkk.
http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia/




Rabu, 26 Oktober 2011

Informasi Pesan dan Makna

1.Konsep dan Teori komunikasi

Data dan Informasi

*DATA
benda, kejadian,aktivitas, dantransaksi, yg tidak
mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara
langsung kepada pemakai.

*INFORMASI
data yg telah diproses sedemikian rupa sehingga
meningkatkan pengetahuan seseorang y gmenggunakan
data tersebut(Mc Fadden,dkk)

Ciri–CiriINFORMASI
BENAR ATAU SALAH
Informasi berhubungan dgn kebenaran terhadap
kenyataan

BARU
Informasibenar-benar baru bagi sipenerima
TAMBAHAN

Informasi dapat memperbaharui/ memberikanperubahan
terhadap informasi yg telah ada
KOREKTIF

Informasi dapat digunakan untuk melakukan koreksi terhadap
informasi sebelumnya yg salah/kurang benar.

PENEGAS

Informasi dapat mempertegas informasi yg telah ada
sehingga keyakinan terhadap informasi semakin meningkat.

Model SistemKomunikasi

Model initerdiridarilima elemen:
ꭈINFORMATION SOURCE: adalahyang memproduksipesan
ꭈTRANSMITTER : ygmenyandikanpesandalambentuksinyal
ꭈCHANNEL : adalahsaluranpesan
ꭈRECEIVER : adalahpihakyang menguraikana
ꭈDESTINATION : adalahdimanapesansampai
ꭈDISTORSI : disebabkanolehsuatuoperasiygdiketahui
dandapatdikoreksiolehoperasilain
ꭈBISING : adalahgangguantidakmenentudantidak
terduga

ReduksiData

•Mengurangidata (banyaknyadata) yang disimpan/disajikan
untuk dipakai manusia.
Reduksi data terdiri dari:
뙈Klasifikasi data dan Kompresi
뙈Peringkasan & Penyaringan Keorganisasian
뙈Inferensi(PengambilanKeputusan)
Klasifikasi data dan Kompresi
Sistem dapa tmenggolongkan data untuk mengurangi volume
data.
Klasifikasi secara keseluruhan yg berbeda-beda
menyatakan pemampatan/ kompresidata.

Reduksi Data

Tingkat peringkasan tergantung pada tingka tpengambil keputusan
misalnya :
DIREKTUR : meringkas penjualan dgn total penjualan perdaerah
MANAGER PENJUALAN : meringkas penjualan berdasarkan masing–
masing wiraniaga dan berdasarkan produk
Contoh:
Sikap pelanggan yg diterima wiraniaga, perubahan kebijakan
agen-agen & kondisi keuangan para pensuplai. Pesan-pesan ini
diringkas dalam berbagai cara dalam perjalanannya menuju
puncak organisasi. Efisiensi komunikasi tergantung pada metode
keorganisasian untuk mendapatkan data & saluran komunikasi yg
tersedia .

Reduksi Data

Inferensi(PengambilanKeputusan)
mereduksi data dgn cara mengambil keputusan dari seperangkat
data & inferens( bukandata ygresmi) untuk dikomunikasikan dalam
organisasi
Contoh pesanin ferensi:
Dugaan peranan lembagaan tirust dalam merger pada periode
mendatang. Data ini tidak memiliki kepastian, tetapi penerima
inferensi mengandalkan data ini.

http://www.scribd.com/doc/54942186/Konsep-Informasi


2. Pesan dan Makna

PESAN

Bentuk lambang dan pesan komunikasi dapat diartikan sebagai kode atau symbol atau tanda yang digunakan komunikator untuk mengubah pesan yang abstrak menjadi konkret lambang. Setiap lambang komunikasi dapat dibedakan menjadi khusus dan umum, ada juga lambang komunikasi yang bersifat dalam penggunaanya.

Lambang Komunikasi khusus diantaranya meliputi lambang-lambang yang bersifat khusus seperti pada bidang lalu lintas lampu merah (warna merah) diwajibkan untuk berhenti.
Lambang komunikasi umum di antaranya meliputi lambang-lambang yang bersifat umum, diantaranya seperti gerak-gerik seseorang (mimic)
Lambang komunikasi verbal meliputi tulisan.dan bahasa lisan

Lambang komunikasi non verbal meliputi mimic, gerak-gerik dan tingkah laku.

Lambang komunikasi tersebut dapat digabung menjadi lambang komunikasi verbal-umum: bahasa lisan dan tulisan contohnya teks yang ada pada buku ini. Lambang komunikasi verbal-khusus yang bahasa lisan dan penggunaanya khusus pada bidang atau kalangan tertentu, misalnya: bahasa kaum waria. Lambang komunikasi non verbal umum seperti suara , mimic, dan gerak-gerik. Lambang komunikasi non verbal khusus seperti warna, gambar, nada. Misalnya pada bidang lalu lintas, merah (stop), kuning (hati-hati), hijau jalan.

Suatu pesan mempunyai makna yang berbeda antara satu individu dengan individu yang lain. Karena makna pesan berkaitan dengan masalah penafsiran yang menerimanya. Berkaitan dengan makna ini, Brodbeck (1963) (dalam Fisher, 1985:344-5) menjelaskan tiga macam makna yang berbeda-beda . pertama, makna referensial, yakni makna suatu istilah mengenai objek, pikiran, idea tau konsep yang ditunjukkan oleh istilah itu, makna itu lahir dari pikiran seseorang ketika suatu istilah merujuk pada suatu objek. Misalnya, istilah “kendaraan” merujuk pada mobil, motor dan sepeda, artinya sesuatu yang dapat ditumpangi dan membawa penumpangnya pada jarak tertentu. Kedua, makna yang menunjukkan arti suatu istilah yang dihubungkan dengan konsep-konsep lain. Misalnya, istilah perang dingin kini tidak dipakai lagi setelah blok timur runtuh. Banyak istilah menjasi tidak berarti lagi setelah ditemukan kesalahan pada konsep yang lama. Ketiga, makna intensional, yakni arti suatu istilah atau lambing tergantung pada apa yang dimaksudkan oleh si pemakai dengan arti lambing itu. Makna inilah yang melahirkan makna individual

Pesan memiliki sifat yang abstrak , untuk dapat membuatnya konkret diperlukan merubah untuk menjadi lambang-lambang komunikasi. Rangkaian lambang-lambang komunikasi dalam satuan system sehingga membentuk makna disebut bahasa. Proses merubah pesan menjadi lambang komunikasi atau kode kita disebut proses penyedia.dan alatnya disebut alat penyandi (encoder), komunikator penyandi pesan disebut (encode) menjadi lambang komunikasi. Ketika sampai pada sisi komunikan, rangkaian lambang komunikasi yang membentuk bahasa tersebut harus diterjemahkan kembali menjadi pesan.agar dapat dimaknai oleh komunikan. Proses mengurai lambang komunikasi kembali pada makna pesan kita sebut penyedian balik (decoding) dan alatnya disebut alat penyandi balik (decoder). Alat yang berfungsi untuk meng-encode men decode adalah soft ware ciptaan Tuhan; akal budi, peralatan rohania yang semata dimiliki makhluk manusia. Pemahaman tentang penyandian (encoding) pada sisi komunikator dan penyandian balik (decoding) pada sisi komunikan adalah penting untuk mengkaji proses pembentukkan dan pemaknaan pesan.

Pengertian penyandian encoding-decoding, sebagai mana diutarakan, mengacu pada proses penyandian dan penyandian balik., sedangkan decoder dan encoder mengacu pada alatnya. Dalam komunikasi antarmanusia tanpa media, alat encoer dan decoder adalah peralatan rohania, terutama akalnya, soft ware sebagai alat penyandi dan penyandi balik saat manusia berkomunikasi. Selain itu juga danya hard ware sebagai alat piranti keras yakni peralatan jasmaniah misalnya mata untuk melihat dsbnya. Apabila pesan terkirim disebut dengan transmit dan pengirim disebut sebagai transmitter. Pesan yang telah disampaikan diterima disebut dengan receive dan penerimanya disebut dengan receiver.

Menurut teori segitiga makna, lambang komunikasi mengacu kepada sesuatu diluar dirinya, yaitu objek dan ini akan mempunyai pengaruh pada pikiran pemakainya. Hal ini terjadi karena adanya hubungan timbal balik antara ketiga elemen itu. Hasil dari hubungan ini menimbulkan makna atas suatu objek.yang kemudian disimbolkan sebagai lambang komunikasi oleh pemakainya.

Hubungan antara bentuk pesan (lambang komunikasi) dengan makna pesan dalam pikiran pemakainya menghasilkan dimensi-dimensi sebagai berikut:

Dimensi Referential (referen atau rujukan) makna merujuk pada objek tertentu.seperti lambang huruf P dicoret berarti larangan parker.
Dimensi Experiential (pengalaman dan pendidikkan)makna berkaitan dengan pengalaman dan pendidikkan pemakai atas objek contoh bagi anda yang belum mengenal lambang “procastrinator” tidak akan menemukan makna dari lambang komunikasi tersebut.
Dimensi Purposive (tujuan): makna berkaitan dengan tujuan dari manusia pemakainya.contoh kita harus hati-hati terhadap kawan yang menatap mata kita apakah dengan mesra atau dengan tegas.

Jika ketiga dimensi tersebut kita satukan dalam bentuk segitiga, kemudian kita kaitkan dengan objeknya hal ini akan melahirkan ‘” teori Paramida makna”. Hubungan ketiga dimensi di atas dengan objeknya menunjukkan bahwa rujukan atas pemakaian suatu lambang komunikasi (refrential) didasarkan kepada pengalaman dan pendidikkan dari pemakaian atas objek yang dirujuk oleh lambang itu guna menunjukkan tujuan dari si pemakai, contoh apabila seseorang mengatakan kata cinta berarti dia merujuk dari pengalaman akal budinya mengenai objek dari istilah cinta unuk menunjukkan bahwa ia menyayangi anda.

MAKNA

Makna muncul dari hubungan khusus antara kata (sebagai symbol verbal) dan manusia. Suatu pesan mempunyai makna yang berbeda antara satu individu dengan individu yang lain. Karena makna pesan berkaitan dengan masalah penafsiran yang menerimanya. Mendung dilangit merupakan pesan yang menggembirakan bagi petani, namun tidak bagi pedagang.

Makna tidak melekat pada kata-kata, namun kata-kata membangkitkan makna dalam pikiran orang. Jadi, tidak ada hubungan langsung antara suatu objek dan symbol yang digunakan untuk mempresentasikannya. Ketika mengatakan saya “saya sakit perut”, mis, pengalaman itu nyata, tetapi tidak seorang pun dapat merasakan rasa sakit itu. Jadi hubungan itu diciptakan dalam pikiran sipembicara

C.K. Ogden dan I.A. Richards mengemukakan hubungan ini secara gramatikal dalam segitiga makna..

Pikiran atau rujukan

(orang)

Tanda (kata/simbol) referen (objek)

ket : garis putus-putus menunjukkan bahwa tidak ada hubungan langsung atau alamiah antara kedua hal itu.

Suatu pesan mempunyai makna yang berbeda antara satu individu dengan individu yang lain. Karena makna pesan berkaitan dengan masalah penafsiran yang menerimanya. Mendung dilangit merupakan pesan yang menggembirakan bagi petani, namun tidak bagi pedagang.

Brodbeck menjelaskan 3 macam makna yang berbeda:

Makna referensial, yaitu makna suatu istilah mengenai objek, pikiran ide, atau konsep yang ditunjukkan oleh istilah itu.
Makna yang menunjukkan arti suatu istilah yang dihubungkan dengan konsep-konsep lain.
Makna intensional, yakni arti suatu istilah atau lambang tergantung pada apa yang dimaksudkan oleh sipemakai dalam arti lambang itu.

Menurut Fiske, makna muncul ketika sebuah tanda (kata, tulisan, symbol, isyarat,) yang mengacu pada suatu objek(bias mengacu pada benda, idea tau konsep) dipakai oleh pengguna tanda, saat itulah terjadi proses pembentukan makna disalam benak si pemakai.

Ferdinand D. Sausure mengatakan bahwa makna dapat ditemukan dimana-mana. Kita mengurai kode makna jika kita belajar untuk membaca tanda-tanda dan mengapresiasi relasi. Menurut S.I. Hayawaka, Semantika adalah ilmu mengenal makna kata-kata. Makna dalam kamus tentu lebih bersifat kebahasaan (linguistik), yang punya banyak dimensi.

Little John menyimpulkan bahwa makna mempunyai 3 dimensi, yaitu:

Dimensi referensial (rujukan). Berarti bahwa secara jelas kata-kata dan symbol yang lain untuk menunjukkan objek, situasi, kondisi, atau pernyataan.
Dimensi eksperential. Artinya makna adalah bagian terbesar dari suatu pengalaman tentang objek.
Dimensi purposisive. Maksudnya tujuan seseorang bertatap muka atau berkomunikasi adala aspek yang penting dari makna.

3. masalah bahasa dalam komunikasi

masalah membentuk ayat & menggabungkan bunyi (fonologi)
masalah mengunakan tatabahasa atau nahu seperti ganti nama & sebagainya (morfologi).
masalah menyusun perkataan & sebagaimana perkataan berkaitan antara satu sama lain (sintaksis).
Masalah pertuturan yang melibatkan perbehandaraan kata dimana makna perkatan mungkin dalam bentuk abstrak atau konkrit (semantik).
Masalah menggunakan bahasa mengikut konteks sosial & berbeza (pragmatik).
Masalah bahas boleh berlaku dalam kes-kes kerencatan mental, masalah pembelajaran. bahasa, masalah bahasa spesifik, autism, kecederaan otak serius, kelewatan bahasa & penderaan.

http://www.scribd.com/doc/21243661/MASALAH-KOMUNIKASI


http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia

Selasa, 25 Oktober 2011

Model - Model Komunikasi

1. pengertian dan fungsi model

Pengertian Komunikasi

Proses penyampaian pesan berupa ide, gagasan, emosi, keterampilan ataupun pesan lainnya baik secara verbal ataupun nonverbal dari pengirim (komunikator) kepada penerima (komunikan) melalui channel / media untuk mendapatkan respons.

Dalam penyampaian komunikasi, ada beberapa teori yang menggambarkan peliknya hubungan antara komunikator dan komunikan. Teori-teori ini tidak serta merta dapat diaplikasikan di masyarakat atau ke setiap orang, melainkan memerlukan sebuah situasional tertentu yang memungkinkan teori-teori ini bekerja.

model komunikas

1. Model Komunikasi Intrapribadi

Merupakan proses pengolahan dan penyusunan informasi melalui sistem syaraf dalam otak yang disebabkan oleh stimulus yang ditangkap oleh panca indera. Dalam hal ini, semua isyarat dan informasi setelah di-decode, akan membentuk (encode) mengenai isyarat perilaku nonverbal baik positif, netral atau negatif.
2. Model Komunikasi Antarpribadi

Model komunikasi ini dapat diartikan sebagai komunikasi yang berlangsung di antara dua orang, tiga atau bahkan empat orang yang terjadi secara spontan dan tidak terstruktur.
3. Model Stimulus-Respons
Merupakan model komunikasi yang berasal dari aksi sehingga
menimbulkan reaksi.

Dalam perkembangannya, sifat, tujuan dan fungsi teori komunikasi dapat saja berbeda-beda menurut peruntukan dan situasi yang dialami oleh komunikator dan komunikan. Perluasan makna dan fungsi dapat saja terjadi dalam sebuah proses komunikasi yang berdasarkan pada sebuah teori atau model tertentu di dalam proses tersebut.


2. model dasar komunikasi

Menurut Om Sereno dan Mortensen, suatu model komunikasi merupakan deskripsi ideal mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi. Suatu model merepresentasikan secara abstrak ciri-ciri penting dan menghilangkan rincian komunikasi yang tidak perlu dalam “dunia nyata”.

B. Aubrey Fisher mengatakan, model adalah analogi yang mengabstraksikan dan memilih bagian dari fenomena yang dijadikan model.

Werner J. Severin dan James W. Tankard, Jr. mengatakan bahwa model membantu merumuskan suatu teori dan menyarankan hubungan. Oleh karena hubungan antara model dengan teori begitu erat, model sering dicampuradukkan dengan teori.

3. model model pengaruh komunikasi

Dalam sebuah organisasi setiap orang yang terlibat didalamnya ketika melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya baik selaku pimpinan diberbagai tingkatan maupun para staf , agar pekerjaannya dapat terlaksana dengan lancar dan harmonis untuk mencapai tujuan bersama yang disepakati dan ditetapkan, maka unsur kerjasama harus senantiasa tercipta dengan baik. Dengan terjadinya proses kerjasama maka unsur komunikasipun dengan sendirinya akan tercipta dalam sebuah organisasi, karena apapun bentuk instruksi, informasi dari pmpinan ke bawahan maupun sebaliknya telaahan, masukan, laporan dari bawahan ke pimpinan, antara sesama bawahan senantiasa dilakukan melalui proses komunikasi“. Semua aktivitas kebanyakan dicakup dalam komnikasi, dimana komunikasi merupakan dasar bagi tindakan dan kerja sama “.(A.W. Widjaya dan Arsyik Hawab, 1987:47).


http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia

Proses Komunikasi

1. prinsip dasar proses komunikasi

Proses komunikasi melibatkan tujuh elemen, yaitu sumber, pesan, saluran, penerima, akibat/hasil, umpan-balik, dan gangguan. Dalam setiap proses komunikasi, sumber dan penerima pesan komunikasi, masing-masing melakukan tiga kegiatan atau tindakan: encoding (membentuk kode-kode pesan), decoding (memecahkan kode-kode pesan), dan interpreting (menginterpretasikan arti pesan). Sumber/pengirim pesan/komunikator adalah seseorang atau sekelompok orang atau suatu organisasi/institusi yang mengambil inisiatif menyampaikan pesan. Pesan adalah berupa lambang atau tanda seperti kata-kata tertulis atau secara lisan, gambar, angka, gestura. Saluran yaitu sesuatu yang dipakai sebagai alat penyampaian/pengiriman pesan (misalnya telepon, radio, surat, surat kabar, majalah, TV, gelombang udara dalam konteks komunikasi antarpribadi secara tatap muka). Penerima/komunikan, yaitu seseorang atau sekelompok orang atau organisasi/institusi yang menjadi sasaran penerima pesan. Akibat/dampak/hasil yang terjadi pada pihak penerima/kominikan. Umpan balik/feedback, yaitu tanggapan balik dari pihak penerima/komunikan atas pesan yang diterimanya. Gangguan (noise) adalah faktor-faktor fisik ataupun psikologis yang dapat mengganggu atau menghambat kelancaran proses komunikasi.

Proses komunikasi akan berjalan baik, apabila antara sumber dan penerima pesan terdapat pertautan minat dan kepentingan (overlaping of interest). Pertautan minat dan kepentingan ini akan terjadi apabila terdapar persamaan (dalam tingkatan yang relatif) dalam hal kerangka referensi antara sumber dan penerima pesan. Proses komunikasi antara sumber dan penerima ini, dalam prakteknya seringkali tidak dapat berjalan baik karena adanya gangguan, baik gangguan yang bersifat fisik maupun gangguan yang bersifat psikologis. Berdasarkan tingkat partisipasi dari sumber dan penerima pesan, proses komunikasi dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah. Komunikasi satu arah adalah suatu bentuk proses komunikasi dimana yang aktif adalah pihak sumber. Pihak penerima pesan bersifat pasif. Dalam arti hanya menerima pesan yang disampaikan oleh sumber tanpa memberikan umpan balik berupa tanggapan, reaksi atau pendapat atas pesan yang diterimanya. Komunikasi dua arah adalah sumber dan penerima masing-masing terlibat aktif dalam penyampaian pesan dan umpan balik. Contoh komunikasi satu arah adalah komunikasi melalui media massa seperti radio, TV, surat kabar dan majalah. Contoh komunikasi dua arah antara lain komunikasi antar pribadi seperti percakapan tatap muka antara dua orang atau lebih atau pembicaraan melalui telepon dan HP.

2. tingkatan proses komunikasi

Menurut Denis McQuail (1987) “ Mass Communication Theory “
proses komunikasi dalam masyarakat berlangsung dalam 6 tingkatan sbb :
1. Komunikasi intrapribadi : proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang
2. Komunikasi antar pribadi : kegiatan komunikasi secara langsung
3. Komunikasi dlm kelompok : kegiatan komunikasi yang berlangsung diantara anggota
suatu kelompok
4. Komunikasi antar kelompok : kegiatan komunikasi yang berlangsung antara satu
kelompok dengan kelompok lain
5. Komunikasi organisasi : mencakup kegiatan-kegiatan dalam suatu organisasi
6. Komunikasi dgn masyarakatluas : komunikasi ditujukan pada masyarakat secara luas
bentuk komunikasi dapat di lakukan lewad media
dan langsung . misal : ceramah

3. tujuan dan akibat komunikasi

Tujuan komunikasi dapat dilihat dari dua perspektif kepentingan, yaitu kepentingan sumber dan kepentingan penerima. Tujuan komunikasi dari suut kepentingan sumber antara lain: 1) memberikan informasi, 2) mendidik, 3) menyenangkan/menghibur, dan 4) menganjurkan suatu tindakan/persuasi. Tujuan komunikasi dari sudut kepentingan penerima antara lain: 1) memahami informasi, 2) mempelajari, 3) menikmati, dan 4) menerima atau menolak anjuran. Tujuan komunikasi juga dapat dipandang dari sudut sosial dan individu. Tujuan komunikasi dipandang dari sudut kepentingan sosial adalah: 1) berbagai pengetahuan umum tentang lingkungan sekitarnya, 2) sosialisasi peran, nilai, kebiasaan terhaap anggota-anggota baru, 30 memberi hiburan kepada warga masyarakat, menciptakan bentuk-bentuk kesenian baru, dll, 4) pencapaian konsensus, mengontrol tingkah laku. Tujuan komunikasi dipandang dari keentingan individu adalah: 1) menguji, mempelajari dan memperoleh gambaran tentang realitas, kesempatan dan bahaya, 2) memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk hidup bermasyarakat, 3) menikmati hiburan, rileks, melarikan diri dari kesulitan hidup sehari-hari, dll, 4) menentukan keputusan/pilihan, bertindak sesuai aturan sosial.

Hasil dan akibat komunikasi pada dasarnya menyangkut tiga aspek, yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek konatif. Aspek kognitif, yaitu menyangkut kesaaran dan pengetahuan. Misalnya: menjadi sadar atau ingat, menjadi tahu dan kenal. Aspek afektif yaitu menyangkut sikap atau perasaan/emosi. Misalnya: sikap setuju/tidak setuju, perasaan sedih, gembira, perasaan benci an menyukai. Aspek konatif, yaitu menyangkut perilaku/tindakan. Misalnya: berbuat seperti apa yang disarankan, atau berbuat sesuatu tidak seperti apa yang disarankan (menentang).

Komunikasi juga mempunyai empat fungsi sosial. Keempat fungsi sosial tersebut adalah: 1) pengawasan lingkungan, 2) korelasi di antara bagian-bagian dalam masyarakat untuk mencapai konsensus; 3) transmisi nilai-nilai/warisan sosial dari satu generasi ke generasi selanjutnya atau dari satu kelompok ke kelompok lainnya (fungsi ini disebut fungsi sosialisasi), dan 4) fungsi hiburan. Fungsi pengawasan menunjuk pada upaya pengumpulan, pengolahan, produksi dan penyebarluasan informasi mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi. Upaya selanjutnya adalah diarahkan paa tujuan untuk mengendalikan apa yang terjadi di lingkungan masyarakat. Fungsi korelasi menunjuk paa upaya memberikan interpretasi atau penafsiran informasi mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi. Atas dasar penafsiran informasi ini diharapkan berbagai kalangan masyarakat mempunyai pemahaman, tindakan atau reaksi yang sama atas peristiwa-peristiwa yang terjadi. Fungsi sosial menunjuk pada upaya pendidikan dan pewarisan nilai-nilai, norma-norma, dan prinsip-prinsip dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Terdapat banyak model yang menjelaskan proses tahapan hasil atau akibat komunikasiyang terjadi i kalangan penerima. Tiga diantaranya adalah model AIDA (Attention, Interest, esire an Action), model Hierarki Efek dan model Adopsi Inovasi. Model AIDA memberikan gambaran bahwa dampak atau hasil komunikasi yang terjadi pada seseorang setelah ia menerima sesuatu pesan akan menyangkut empat hal, yaitu perhatian, minat, keinginan dan tindakan. Diasumsikan bahwa tindakan yang diambil pada dasarnya didorong oleh adanya perhatian, minat dan keinginan. Model Hierarki Efek hampir sama dengan AIDA, hanya saja proses pentahapannya lebih kompleks, yaitu mencakup 6 tahap, yaitu menyadari, mengetahui, menyukai, memilih, meyakini dan membeli. Model adopsi inovasi (penerimaan ide/gagasan) meluputi lima tahap, yaitu pengetahuan, persuasi, keputusan, pelaksanaan dan konfirmasi. Model AIDA dan Hierarki Efek banyak digunakan dalam penelitian persuasi dan periklanan, sementara model Adopsi Inovasi digunakan dalam penelitian difusi inovasi (penyebaran ide baru) Ketiga model ini menjelaskan urutan tahapan hasil/akibat komunikasi dari mulai tahap kognitif, ke tahap afektif sampai tahap konatif. Dalam prakteknya ketiga tahapan hasil/akibat komunikasi tersebut dapat terjai secara terbalik atau tidak berurutan.

sumber : JURNAL URIP SANTOSO

http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia

Rabu, 19 Oktober 2011

komunikasi konsep dan sejarah

1. Komunikasi dan Kehidupan Manusia
Komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia karena tanpa komunikasi, interaksi antar manusia, baik secara perorangan, kelompok maupun organisasi tidak akan mungkin dapat terjadi. Dua orang dikatakan melakukan interaksi apabila masing-masing melakukan aksi dan reaksi. Aksi dan reaksi antar manusia inilah yang dalam ilmu komunikasi biasa disebut dengan tindakan komunikasi.
Tindakan komunikasi dapat dilakukan dalam berbagai cara, baik secara verbal (dalam bentuk kata-kata, lisan atau tulisan). Ataupun nonverbal (tidak dalam bentuk kata-kata ex: tingkah laku, gambar-gambar dan bentuk lainnya yang mengandung arti)
Komunikasi juga dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung komunikasi tidak langsung yaitu : tindakan komunikasi yang dilakukan tidak secara perorangan tetapi melalui medium atau alat perantara tertentu. Misalnya menyampaikan informasi melalui surat kabar, majalah, radio dan lain-lain.
Komunikasi juga merupakan salah satu fungsi kehidupan manusia fungsi komunikasi adalah untuk menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran atau perasaan hatinya kepada orang lain. Baik secara langsung ataupun tidak langsung. Komunikasi mempunyai dan banyak kegunaannya di dalam kehidupan manusia. Banyak contoh kejadian dalam kehidupan manusia sehari-hari yang dinyatakan dalam peristiwa sehari-hari.
a. Seorang guru mengajar tata hidang kepada murid-muridnya
b. Beberapa anak muda ngobrol sambil minum copi di cafe
c. Seorang ibu bercerita kepada anaknya
Contoh-contoh di atas memberikan gambaran bahwa komunikasi bisa terjadi dalam berbagai konteks kehidupan manusia, mulai dari kegiatan yang bersifat individual, kelompok, keluarga atau melalui media.
Sumber : http://www.scribd.com/doc/21268019/MAKALAH-KOMUNIKASI


2. Definisi dan karakteristik komunikasi
A. Definisi
Istilah komunikasi dari bahasa Inggris communication, dari bahasa latin communicatus yang mempunyai arti berbagi atau menjadi milik bersama, komunikasi diartikan sebagai proses sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi tersebut.
Menurut lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya. Webster’s New Collegiate Dictionary edisi tahun 1977 antara lain menjelaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku.
Ilmu komunikasi sebagai ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner, tidak bisa menghindari perspektif dari beberapa ahli yang tertarik pada kajian komunikasi, sehingga definisi dan pengertian komunikasi menjadi semakin banyak dan beragam. Masing-masing mempunyai penekanan arti, cakupan, konteks yang berbeda satu sama lain, tetapi pada dasarnya saling melengkapi dan menyempurnakan makna komunikasi sejalan dengan perkembangan ilmu komunikasi.
Menurut Frank E.X. Dance dalam bukunya Human Communication Theory terdapat 126 buah definisi tentang komunikasi yang diberikan oleh beberapa ahli dan dalam buku Sasa Djuarsa Sendjaja Pengantar Ilmu Komunikasi dijabarkan tujuh buah definisi yang dapat mewakili sudut pandang dan konteks pengertian komunikasi. Definisi-definisi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).
Hovland, Janis & Kelley:1953
2. Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain.
Berelson dan Stainer, 1964
3. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?)
Lasswell, 1960
4. Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih.
Gode, 1959
5. Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego.
Barnlund, 1964
6. Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan.
Ruesch, 1957
7. Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya.
Weaver, 1949
Kita lihat dari beberapa definisi tersebut saling melengkapi. Definisi pertama menjelaskan penyampaian stimulus hanya dalam bentuk kata-kata dan pada definisi kedua penyampaian stimulus bisa berupa simbol-simbol tidak hanya kata-kata tetapi juga gambar, angka dan lain-lain sehingga yang disampaikan bisa lebih mewakili yaitu termasuk gagasan, emosi atau keahlian.
Definisi pertama dan kedua tidak bicara soal media atau salurannya, definisi ke tiga dari lasswell melengkapinya dengan komponen proses komunikasi secara lebih lengkap. Pengertian ke-empat dan seterusnya memahami komunikasi dari konteks yang berbeda menghasilkan pengertian komunikasi yang menyeluruh mewakili fungsi dan karakteristik komunikasi dalam kehidupan manusia.
Ke-tujuh definisi tersebut di atas menunjukkan bahwa komunikasi mempunyai pengertian yang luas dan beragam. Masing-masing definisi mempunyai penekanannya dan konteks yang berbeda satu sama lainnya.
Definisi komunikasi secara umum adalah suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau di antara dua atau lebih dengan tujuan tertentu. Definisi tersebut memberikan beberapa pengertian pokok yaitu komunikasi adalah suatu proses mengenai pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan.
Setiap pelakuk komunikasi dengan demikian akan melakukan empat tindakan: membentuk, menyampaikan, menerima, dan mengolah pesan. Ke-empat tindakan tersebut lazimnya terjadi secara berurutan. Membentuk pesan artinya menciptakan sesuatu ide atau gagasan. Ini terjadi dalam benak kepala seseorang melalui proses kerja sistem syaraf. Pesan yang telah terbentuk ini kemudian disampaikan kepada orang lain. Baik secara langsung ataupun tidak langsung. Bentuk dan mengirim pesan, seseorang akan menerima pesan yang disampaikan oleh orang lain. Pesan yang diterimanya ini kemudian akan diolah melalui sistem syaraf dan diinterpretasikan. Setelah diinterpretasikan, pesan tersebut dapat menimbulkan tanggapan atau reaksi dari orang tersebut. Apabila ini terjadi, maka si orang tersebut kembali akan membentuk dan menyampaikan pesan baru. Demikianlah ke –empat tindakan ini akan terus-menerus terjadi secara berulang-ulang.
Pesan adalah produk utama komunikasi. Pesan berupa lambang-lambang yang menjalankan ide/gagasan, sikap, perasaan, praktik atau tindakan. Bisa berbentuk kata-kata tertulis, lisan, gambar-gambar, angka-angka, benda, gerak-gerik atau tingkah laku dan berbagai bentuk tanda-tanda lainnya. Komunikasi dapat terjadi dalam diri seseorang, antara dua orang, di antara beberapa orang atau banyak orang. Komunikasi mempunyai tujuan tertentu. Artinya komunikasi yang dilakukan sesuai dengan keinginan dan kepentingan para pelakunya.Sumber : http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi/


B. Karakteristik Komunikasi
Berkomunikasi itu gampang-gampang susah. Tidak selamanya berkomunikasi itu semudah yang dibayangkan, juga tak sesulit yang dibayangkan juga. semuanya itu memiliki efek yang berbeda-beda, tergantung dengan media apa yang digunakan, pesan apa yang disampaikan dan pada siapa kita melakukan komunikasi tersebut.
apakah hanya saling berkirim pesan (sms) termasuk komunikasi?
betul, itu termasuk komunikasi dengan menggunakan media alias komunikasi tidak langsung (indirect communication). sementara ketika seseorang berbicara saling berhadapan secara langsung termasuk komunikasi antar pribadi secara langsung (direct communication).
selain komunikasi antar pribadi tadi, ada juga komunikasi interaktif, dan komunikasi media massa. dikutip dari Wiryanto (2004) menurut Everett M. Rogers (1986) berbagai karakteristik komunikasi tersebut dapat dilihat dari berbagai faktor, misalnya faktor arus informasi, sumber khalayak, segmentasi khalayak, tingkat interaktif, arus balik, asynchronicity, emosi sosial vs task – related content, non verbal, kontrol arus informasi, dan kebebasan informasi.


http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia

Selasa, 04 Oktober 2011

Komunikasi Dan Kehidupan Manusia

Sebagai manusia, kita tidak bisa tidak berkomunikasi satu sama lain. Kalau tidak berkomunikasi rasanya sepi dan tidak bergairah.Komunikasi merupakan sarana mengungkapkan perasaan, ide, gagasan atau yang lainnya melalui baik langsung ataupun tidak langsung (melalui media). Jadi, komunikasi merupakan kebutuhan dasar atau primer manusia. Komunikasi merupakan sarana interaksi antar manusia yang efektif. Dinyatakan berinteraksi jika mereka yang terlibat masing-masing melakukan aksi dan reaksi. Aksi dan reaksi yang dilakukan oleh manusia disebut tindakan komunikasi. Tindakan komunikasi menyangkut perasaan, pikiran dan perbuatan manusia.

Tindakan komunikasi dinyatakan langsung jika kita berkomunikasi tanpa menggunakan media. Misalnya: dua orang bercakap-cakap, sekelompok orang terlibat dalam diskusi yang seru dll. Tindakan komunikasi dinyatakan tidak langsung jika dilakukan dengan perantara media. Misalnya: seorang menteri menyampaikan selamat idul fitri melalui televisi.

Tindakan komunikasi dinyatakan verbal jika komunikasi menggunakan kata-kata dan atau tulisan. Contoh: si A berbicara dengan B, si B mengirim surat kepada si A dsb. Tindakan komunikasi dinyatakan non-verbal jika kita menggunakan bahasa tubuh, seperti isyarat (misalnya dengan mengacungkan ibu jari) dsb. Contoh lain: Si B mengangguk-anggukkan kepalanya pada saat mendengarkan pembicaraan si A. Nah, mengangguk-anggukkan kepala adalah tindakan komunikasi non-verbal.

Banyak contoh kejadian dalam kehidupan manusia sehari-hari yang dapat dinyatakan sebagai peristiwa komunikasi. Berikut adalah beberapa diantaranya:

1) seorang bayi menangis i tengah malam. Ia baru behenti menangis setelah disusui oleh ibunya.

2) Seorang pengenara mobil ditilang oleh polisi, karena ia melanggar aturan rambu-rambu lalu lintas.

3) Seorang ibu yang sedang berjalan, berhenti sejenak dan mengamat-amati beberapa buah poster tentang KB dan imunisasi yang terpampang di papan pengumuman di halaman Puskesmas.

4) Seorang bapak duuk di serambi rumahnya sambil membaca surat kabar.

5) Seorang ibu guru mengajar matematika kepada murid-muridnya di dalam kelas.

6) Beberapa orang muda asyik mengobrol sambil minum kopi di sebuah kedai kopi.

7) Seorang pelukis asyik menggambar pemandangan di tepi pantai.

8) Ribuan orang mengunjungi Pameran Produk Ekspor di Arena Jakarta Fair yang menggelarkan berbagai jenis produk buatan Indonesia.

9) Dan masih banyak lagi.

SEJARAH PERKEMBANGAN KOMUNIKASI


I. Era komunikasi tulisan :
* 4000SM bangsa Sumeria menulis dalam lembaran tanah liat
* Tahun 1041 Pi Sheng, di Cina menemukan sejenis alat cetak buku yang sederhana.
* Tahun 1241 tulisan dalam lembaran tanah liat diganti oleh tulisan dalam lembaran metal di Korea.
II. Era komunikasi cetakan :
* Tahun 1456, Gutenberg menemukan alat mesin cetak (metal) Hand-Press
* Tahun 1833, Penerbitan surat kabar Penny Press yang pertama, The New York Sun.
* Tahun 1839, Daguerre menemukan metode fotografi yang praktis untuk surat kabar
III.Era telekomunikasi :
* Tahun 1844, Samuel Morse mengirimkan pesan melalui alat telegraph yang pertama.
* Tahun 1876, Alexander Graham Ben mengirimkan pesan melalui pesan telepon yang pertama.
* Tahun 1895, Guglielmo Marconi mengirimkan pesan melalui radio.
* Tahun 1912, Lee de Forest menemukan Vacuum Tube
* Tahun 1912, Siaran radio pertama oleh KDKA di Pittsburgh, Amerika Serikat.
* Tahun 1933, RCA di Amerika Serikat mendemostrasikan TV
* Tahun 1941, siran tv komersial pertama
IV. Era komunikasi interaktif
* Tahun 1946, penemuan Mainframe Computer, ENIAC dengan 18.000 vacuum tubes oleh Univ. Pennsylvania, AS
* Tahun 1947, William Shockley, John Bardeen dan Walter Brattain menemukan pesawat radio transistor
* Tahun 1956, penemuan video tape oleh perusahaan Ampex, Redwood City, California AS
* Tahun 1957, rusia meluncurkan satelit angkasa luar pertama, SPUTNIK
* Tahun 1969, pesawat luar angkasa Nasa berpenumpang manusia mendarat di bulan, dikendalikan oleh mini komputer yang besarnya 3000x lebih kecil dari ENIAC
* Tahun 1971, penemuan Microprocessor, sebuah unit pengendali komputer (CPU) dengan semi konduktor chip oleh Ted Hoff
* Tahun1975, pemasaran microcomputer pertama, Altair 8800
* Tahun 1975, (Home Box Office) mulai menyiarkan siaran TV kabel melalui satelit
* Tahun 1976, sistem feletext pertama diperkenalkan oleh BBC dan IN di Inggris.
* Tahun 1977, Qube sistem TV kabel interaktif pertama diperkenalkan di Colombus, Ohio, A.S.
* Tahun 1979, sistem video text pertama diperkenalkan oleh British Post Office, Inggris.

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU KOMUNIKASI
Dibagi menjadi 4 periode :
1. Periode pertama, periode-periode tradisi retorika yang dimulai sejak zaman Yunani Kuno.
2. Kedua, periode antara tahun 1900 sampai PD II yang dapat disebut sebagai periode pertumbuhan ilmu komunikasi.
3. Ketiga, periode konsolidasi.
4. Keempat, adalah periode tekhnologi komunikasi yang dimulai tahun 1960-an sampai sekarang.

PROSES KOMUNIKASI
Komunikasi adalah suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi dalam diri seseorang dan atau diantara dua orang atau lebih dengan tujuan tertentu.
TUJUAN DAN AKIBAT KOMUNIKASI
Tujuan komunikasi dari
sudut kepentingan sumber

Tujuan komunikasi dari
Sudut kepentingan penerima
· Memberikan informasi

· Memahami informasi
· Mendidik

· Mempelajari
· Menyenangkan/menghibur

· Menikmati
· Menganjurkan suatu tindakan/ persuasi

· Menerima/menolak anjuran.


http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia